Fakta yang Harus Anda Ketahui Sebelum Menyimpan Darah Tali Pusat

Di KESEHATAN Loading...

Yang Heboh, JAKARTA – Darah tali pusat mengandung sel punca yang disebut-sebut bisa meregenerasi sel yang rusak.

Metode Menyimpan Darah Tali Pusat diklaim sebagai asuransi penyakit serius di kemudian hari.

Namun sebelum memutuskan menyimpan darah tali pusat bayi Anda, sebaiknya perhatikan hal ini.

1. Apa itu darah tali pusat?
Darah tali pusat atau disebut juga dengan “darah plasenta” adalah darah yang berada di dalam tali pusat. Setelah proses persalinan, tali pusat dipotong dan biasanya dibuang sebagai limbah medis. Namun kini darah tersebut dapat disimpan hingga puluhan tahun.

Advertisement

2. Bagaimana proses pengambilan darah tali pusat?
Setelah bayi lahir, tali pusat akan dijepit pada dua tempat dan digunting di antaranya. Kemudian dalam hitungan menit dokter kandungan atau bidan akan mengalirkan darah tali pusat ke dalam kantong darah sekali pakai dengan dua lapisan yang steril.

3. Apakah ada perbedaan pengambilan darah pusat antara persalinan normal dan caesar?
Secara umum tidak ada perbedaan dalam keduanya. Namun, pada proses persalinan caesar, dokter harus lebih berhati-hati.

“Saat operasi caesar rahimnya kan terbuka. Kalau dokternya terlalu lama mengambil darah tali pusat, rahimnya bisa berdarah terus menerus hingga proses selesai,” kata Dr. Ardiansjah Dara SpOG, dokter kandungan Rumah Sakit Siloam.

4. Berapa jumlah darah tali pusat yang bisa diambil?
Kurang lebih 200-300 cc, tergantung besar tali pusat setiap ibu yang berbeda-beda. Minimal dapat diambil hingga 100cc.

Sampel darah ibu juga harus diambil dalam waktu 48 jam sebelum atau sesudah kelahiran bayi.

*Baca Lebih Lengkap Di Halaman Selanjutnya:

Halaman selanjutnya

Tags: #KESEHATAN


Top