Apa yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Anak Dipukul Teman, Harus Balas atau Menghindar?

Di LIFESTYLE Loading...

Yang Heboh – Pertengkaran antaranak wajar terjadi. Tetapi jika pertengkaran tak sekadar cekcok mulut, sudah melibatkan fisik, segera pisahkan anak.

Setelah tenang, ajak mereka menyelesaikan konfliknya, arahkan bahwa pertengkaran fisik hanya akan saling menyakiti. Minta mereka berdamai, berjabat tangan, lalu bermain bersama kembali.

Kita juga perlu melihat, apakah anak lain memiliki permasalahan pada dirinya atau tidak. Umpama, si teman ternyata mengalami gangguan perilaku seperti hiperaktif.

Anak hiperaktif umumnya tak mampu mengontrol perilakunya. Selain sangat aktif, ia pun kerap menciptakan “keonaran” yang membuat resah teman-temannya.

Contoh, merebut barang, melompat-lompat di atas meja, berteriak-teriak, dan sebagainya.

Advertisement

Jika anak memiliki teman yang provokator, sering meledek sehingga memicu emosi dan diakhiri pertengkaran, kita perlu mempersiapkan mental anak. Begini cara menghadapi teman biang onar:

Tingkatkan percaya diri anak
Anak mungkin sering diledek, entah fisik seperti tubuh gendut, kulit hitam, kerempeng, rambut kribo, atau lainnya.

Tingkatkan rasa percaya diri anak dengan mengungkapkan kelebihannya, semisal, “Memang tubuhmu kerempeng, tapi kamu cerdas lo!” Percaya diri yang tinggi membuat anak tak mudah emosi, lebih santai menghadapi ejekan.

Tidak membalas
Meski anak direbut barangnya, dijambak, dipukul, atau ditendang, jangan memintanya untuk membalas, melainkan minta ia untuk menghindar atau mempertahankan diri.

Menjauhi teman yang memukulnya jauh lebih baik. Setelah itu, minta ia memaafkan si teman karena mungkin ia khilaf.

*Baca Lebih Lengkap Di Halaman Selanjutnya:

Halaman selanjutnya

Tags: #LIFESTYLE


Top